MAPAK Sukosewu Raih Apresiasi atas Konsistensi Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Kecamatan Sukosewu
Tim Publikasi Informasi Publik
Ada satu momen yang menghadirkan rasa bangga dalam acara peresmian TPS 3R di Desa Trucuk, 24 September. Di tengah rangkaian kegiatan, sejumlah pelaku dan komunitas yang konsisten bergerak di bidang lingkungan mendapat penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga dan mengelola lingkungan.
Penghargaan diberikan kepada berbagai pihak, mulai dari komunitas pegiat lingkungan, karya video lingkungan terbaik, yel-yel lingkungan terbaik, hingga komunitas yang aktif dalam pengelolaan sampah dan mendorong perilaku hidup bersih.
Satu per satu nama penerima penghargaan disebut. Hingga kemudian, nama Komunitas Arisan Sampah MAPAK Sukosewu terdengar dalam daftar penerima penghargaan.
Apresiasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Kerja-kerja yang selama ini dilakukan teman-teman MAPAK ternyata mendapat perhatian dan penghargaan yang lebih luas.
MAPAK bukan sekadar komunitas yang mengumpulkan sampah. Gerakannya dimulai dari rumah-rumah warga melalui pemilahan dan pengumpulan sampah, yang kemudian dikelola sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara tertib, terukur, dan berkelanjutan.
Perjalanan MAPAK pun terus berkembang. Tidak berhenti pada aktivitas pengumpulan sampah, komunitas ini turut bergerak dalam edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah, mendorong perilaku hidup bersih, mengampanyekan gerakan sedekah sampah, serta menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berbagi pengalaman, dan berdiskusi mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama dengan Alas Institute dan ExxonMobil, misalnya, turut mendukung kegiatan edukasi serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Yang menarik, gerakan MAPAK tumbuh dari kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat. Dari langkah-langkah sederhana di tingkat rumah tangga, gerakan tersebut berkembang menjadi aktivitas komunitas yang memberikan dampak lebih luas terhadap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Penghargaan yang diterima dalam peresmian TPS 3R Desa Trucuk menjadi penanda bahwa gerakan yang tumbuh dari masyarakat memiliki arti penting dalam upaya mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sebab, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat berawal dari satu rumah yang mau memilah sampah, satu orang yang mengajak, satu komunitas yang memilih untuk bergerak, hingga kemudian semakin banyak orang yang ikut peduli.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi MAPAK Sukosewu sekaligus penyemangat untuk terus mengembangkan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Selamat dan apresiasi untuk Komunitas Arisan Sampah MAPAK Sukosewu. Terus bergerak, terus menginspirasi, dan terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.