Kelompok 44 KKN UPN Veteran Jawa Timur merancang inovasi teknologi tepat guna berupa Rocket Stove bagi warga Desa Semawot, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (7/8/2026). Inovasi kompor pembakar sampah minim asap ini dihadirkan sebagai solusi atas masalah polusi udara yang dipicu oleh kebiasaan pembakaran sampah terbuka di pekarangan rumah warga.
Berdasarkan pemetaan di lapangan, sebagian besar masyarakat Desa Semawot masih mengandalkan metode pembakaran terbuka di atas tanah tanpa sirkulasi udara yang memadai. Pembakaran yang tidak sempurna dari sampah organik maupun anorganik ini kerap menghasilkan kepulan asap pekat yang mencemari lingkungan dan berpotensi memicu gangguan pernapasan.
Guna mengatasi persoalan tersebut, tim KKN 44 merancang Rocket Stove menggunakan bahan bangunan yang terjangkau. Penanggung Jawab Teknis Tim KKN 44, Ifris, menjelaskan bahwa perancangan alat diawali dari studi literatur dan pemodelan menggunakan aplikasi desain 3D sebelum dieksekusi di lapangan.
"Bahan-bahannya kami pilih yang mudah ditemukan warga, seperti bata ringan, semen, pasir, dan pelat besi. Walaupun proses pengerjaan fisik menjadi tantangan baru bagi kami, fokus utama kami adalah memastikan struktur alat berfungsi presisi sesuai rancangan agar aliran udara berjalan optimal," ujar Ifris.
Rocket Stove dirancang dengan sistem aliran udara terkontrol yang memfokuskan pasokan oksigen langsung ke pusat api. Mekanisme ini menghasilkan suhu pembakaran yang jauh lebih tinggi dan sempurna dibanding pembakaran terbuka, sehingga mampu menekan kepulan asap secara drastis serta mengarahkannya lurus ke atas.
Sebagai langkah awal pendampingan, percontohan fisik Rocket Stove dibangun di area publik dekat kantor desa dan lapangan voli agar dapat diakses serta dipelajari langsung oleh masyarakat setempat.
Kehadiran inovasi ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Semawot. Kepala Desa Semawot, Mujianto, menjelaskan bahwa warganya selama ini terpaksa membakar sampah secara mandiri karena belum adanya petugas pengangkut sampah di desa mereka.
"Untuk pembuatan Rocket Stove, kami ucapkan terima kasih. Ini menjadi percontohan penting karena penanganan sampah memang sangat kami butuhkan. Sebab belum ada petugas pengangkut, kebersihan tiap rumah masih mengandalkan sistem bakar. Kehadiran alat ini sangat membantu warga kedepannya," ujar Mujianto.
Ia menambahkan bahwa penggunaan Rocket Stove berpotensi meminimalisir risiko kebakaran akibat pembakaran sampah liar di pemukiman. Pemerintah desa pun berencana memasukkan program percontohan ini ke dalam perencanaan anggaran desa agar alat dapat direplikasi lebih luas bagi warga.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN 44 UPN Veteran Jawa Timur, Rycko, menekankan bahwa fokus utama dari program ini bukan sekadar pada selesainya pembangunan fisik alat, melainkan pemberian edukasi pembakaran yang ramah lingkungan.
"Capaian utama kami bukan hanya pada selesainya pembangunan Rocket Stove, melainkan hadirnya wawasan baru bagi masyarakat Desa Semawot. Kami ingin mendampingi warga dalam melakukan transisi dari kebiasaan membakar sampah secara terbuka menuju metode terisolasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan," tegas Rycko.
Apresiasi senada turut disampaikan Kepala Desa Semawot atas kontribusi seluruh mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur yang telah membantu menghadirkan solusi konkret atas permasalahan lingkungan di desanya.